Bell's Palsy: Kelumpuhan Wajah Mendadak

Setelah sebelumnya Bee The Best membahas mengenai Cerebral Palsy yang umumnya menyerang anak-anak, kali ini Bee The Best akan membahas mengenai topik kelumpuhan syaraf lain, yaitu kelumpuhan syaraf wajah yang sering disebut Bell's Palsy.

Kata Bell's Palsy diambil dari nama seorang dokter berkebangsaan Skotlandia dari abad 19, Sir Charles Bell, orang pertama yang menjelaskan kondisi ini dan menghubungkan dengan kelainan pada saraf wajah.
Bell's Palsy adalah suatu kelainan pada saraf wajah no 7 (Nervus Facialis / N. VII) yang menyebabkan kelemahan atau kelumpuhan tiba-tiba pada otot di satu sisi wajah.
Saraf wajah adalah saraf kranial yang merangsang otot-otot wajah. Nervus Facialis berperan dalam menggerakan otot-otot wajah, menstimulasi kelenjar air liur dan juga kelenjar air mata, serta membuat lidah bagian depan dapat merasakan berbagai rasa.

Mengapa Bell'S Palsy bisa terjadi?
“Hingga saat ini kita belum mengetahui penyebabnya. Namun, berdasarkan hasil pemeriksaan, penyakit ini terjadi karena virus yaitu Herpes Simpleks yang membuat saraf bagian tepi wajah membengkak dan terjepit, hingga membuat wajah tidak simetris,” ujar Dr. Kemal Imran Sp.S, ahli penyakit saraf dari Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta

Gejala paling nyata wajah terlihat miring. Ketika senyum setengah wajah penderita Bell’s palsy tetap diam (tidak bisa tersenyum lebar). Orang-orang tua dulu menyebutnya sebagai penyakit akibat kena angin malam atau karena habis bertabrakan dengan makhluk halus.

Ada beberapa hal yang diduga sebagai faktor pencetus timbulnya Bell’s palsy.
  • Virus Herpes simplex.
60-70% kasus Bell’s palsy juga diikuti dengan hadirnya virus herpes simplex (studied by Dr. Shingo Murakami and others). Diduga virus ini sudah menyerang sejak anak-anak. Tetapi bisa juga menyebar lewat penggunaan handuk atau peralatan secara bersama dengang orang lain yang terlebih dahulu diserang. Beberapa virus lain juga diduga sebagai penyebabnya seperti cytomegalovirus, Epstein-Barr, rubella and mumps.
  • Kongenital.
Bell’s palsy juga biasanya terjadi karena bawaan lahir. Hal ini bisa disebabkan oleh karena sindroma moebius atau karena trauma lahir (seperti perdarahan intracranial/perdarahan didalam kepala atau fraktur tengkorak/patah tulang tengkorak). Keduanya terjadi pada saat proses kelahiran anak.
  • Riwayat terpapar udara dingin secara terus menerus. 
Kebanyakan penderita Bell’s palsy memiliki kesamaan riwayat, yaitu pernah terpapar udara dingin secara terus menerus. Misalnya karena terpapar udara dingin karena setiap malam naik motor atau terkena angin AC secara langsung secara terus menerus.

Gejala Bell’s Palsy mirip serangan stroke, yakni kelumpuhan pada satu sisi wajah, bagian kiri atau kanan. Namun, berbeda dengan stroke yang juga disertai lumpuh bagian tubuh lainnya, Bell’s Palsy tidak. Selain itu tidak ada gejala awal serangan karena penyakit ini datang secara tiba-tiba.


Gejala Bell’s Palsy secara umum:
  1. Terjadi secara tiba-tiba, berupa kelumpuhan ringan sampai total pada salah satu sisi wajah, menyebabkan pasien sulit tersenyum atau menutup salah satu kelopak mata.
  2. Wajah melorot sehingga wajah sulit berekspresi.
  3. Dapat terjadi rasa nyeri di sekitar rahang atau di belakang telinga pada salah satu sisi wajah yang terpengaruh.
  4. Sensitifitas terhadap suara akan meningkat pada sisi wajah yang terpengaruh.
  5. Kadang timbul nyeri kepala.
  6. Penurunan kemampuan indera pengecap pada sisi yang lumpuh.
  7. Penurunan jumlah air mata dan liur yang diproduksi pada sisi yang terkena.
  8. Pada beberapa kasus, Bell’s Palsy dapat mempengaruhi saraf kedua sisi wajah, walaupun hal tersebut jarang terjadi.


Bell’palsy lebih sering terjadi pada :
  • Wanita hamil
  • Penderita kencing manis
  • Penderita yang sedang sakit infeksi salauran pernafasan atas
  • Orang dengan riwayat keluarga yang pernah terserang Bell’s palsy


Komplikasi yang mungkin terjadi pada penderita Bell’s Palsy adalah:
  • Kerusakan saraf wajah yang tidak dapat pulih kembali seperti semula.
  • Pertumbuhan saraf yang tidak sesuai dengan yang seharusnya sehingga menyebabkan pergerakan yang tidak terkontrol pada wajah.
  • Buta sebagian atau total akibat kekeringan pada mata yang tidak bisa menutup dan terjadinya kerusakan pada kornea mata yang kering.

Langkah Pencegahan:
  1. Hindari stres berlebihan agar imunitas tubuh tidak menurun.
  2. Jangan berganti suhu lingkungan secara ekstrem. Misalnya, berpindah dari tempat yang panas atau hangat langsung masuk ke ruangan dingin, serta berlama-lama di situ.
  3. Hindari terkena paparan langsung angin kencang dan dingin seperti AC atau membuka kaca mobil.
  4. Jangan membiarkan wajah terkena suhu dingin secara tiba-tiba. Misalnya, tidur dengan menempelkan wajah di lantai kamar yang dingin.
  5. Hindari mandi di malam hari.
  6. Hindari kebiasaan langsung mandi atau mencuci muka sehabis berolahraga.
  7. Jalani pola hidup sehat, rutin berolahraga dan berpikir positif.
  8. Rutin lakukan senam wajah agar jaringan otot di wajah bergerak sehat.
  9. Tertawa dan tersenyumlah, agar saraf wajah bergerak aktif.
  10. Perbaiki system pertahanan tubuh (system imunitas).
  11. Jika muncul gejala, segera ke dokter, jangan ditunda!

Pengobatan
  • Istirahat yang cukup. Seperti dikemukakan sebelumnya, 60-70% pencetus adalah virus, sementara virus bersifat self limiting disease (penyakit yang dapat sembuh sendiri jika kita memiliki system pertahanan tubuh yang baik).
  • Pemberian kortikosteroid (perdnison dengan dosis 40 -60 mg/hari per oral atau 1 mg/kgBB/hari selama 3 hari, diturunkan perlahan-lahan selama 7 hari kemudian), dimana pemberiannya dimulai pada hari kelima setelah onset penyakit, gunanya untuk meningkatkan peluang kesembuhan pasien. Dasar dari pengobatan ini adalah untuk menurunkan kemungkinan terjadinya kelumpuhan yang sifatnya permanen yang disebabkan oleh pembengkakan nervus fasialis (saraf wajah) di dalam kanal fasialis (jalurnya) yang sempit.
  • Penggunaan obat- obat antivirus . Acyclovir (400 mg selama 10 hari) dapat digunakan dalam penatalaksanaan Bell’s palsy yang dikombinasikan dengan prednison atau dapat juga diberikan sebagai dosis tunggal untuk penderita yang tidak dapat mengkonsumsi prednison. Penggunaan Acyclovir akan berguna jika diberikan pada 3 hari pertama dari onset penyakit untuk mencegah replikasi viru (penggandaan virus).
  • Untuk perawatan mata dapat menggunakan air mata buatan atau menggunakan pelindung mata, seperti kacamata. Disarankan untuk memberikan obat tetes mata 3x sehari. Dan saat hendak tidur tutuplah mata secara pasif (dengan bantuan tangan)
  • Kompres hangat daerah sisi wajah yang sakit selama 20 menit setiap harinya.
  • Massage wajah yang sakit ke arah atas dengan menggunakan tangan dari sisi wajah yang sehat.
  • Latihan tiup lilin, berkumur, makan dengan mengunyah disisi yang sakit, minum dengan sedotan, mengunyah permen karet, berlatih tersenyum, mengangkat alis ataupun menarik pipi ataupun alis.
  • Pemanasan superfisial dengan infra red atau pemanasan dalam berupa Shortwave Diathermy atau Microwave Diathermy.
  • Stimulasi listrik. Tujuan pemberian stimulasi listrik yaitu menstimulasi otot untuk mencegah/memperlambat terjadi atrofi sambil menunggu proses regenerasi dan memperkuat otot yang masih lemah. Misalnya dengan faradisasi yang tujuannya adalah untuk menstimulasi otot, reedukasi dari aksi otot, melatih fungsi otot baru, meningkatkan sirkulasi serta mencegah/meregangkan perlengketan. Diberikan 2 minggu setelah onset.

How HD Helps?
  1. HDI Royal Jelly Liquid terkenal karena kandungan alaminya yang sangat baik untuk regenerasi sel dan perbaikan sistem syaraf dan hormonal, akan sangat berperan besar dalam memperbaiki kerusakan yang terjadi pada syaraf wajah dan memulihkan fungsinya kembali seperti semula.
  2. HDI Bee Propolis Tablet akan berperan aktif sebagai antioksidan dan antivirus yang melindungi tubuh dari serangan virus Herpes Simpleks yang merupakan salah satu pemicu penyakit ini.
  3. HDI Pollenergy sebagai makanan sempurna dari alam yang mengandung 18 asam amino lengkap termasuk asam lemak essensial dan juga vitamin dan mineral yang lengkap menjadikan Pollenergy sebagai makanan yang sangat berperan dalam memenuhi kebutuhan nutrisi dan memperlancar peredaran darah di dalam tubuh.
***
info lebih lanjut, silahkan menghubungi:

icha
0852 6750 4271 / 0857 6781 1627
pin bb: 2A10EE5B 

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar

Komentar, pertanyaan, dan masukan Anda sangat diperlukan untuk membangun blog ini menjadi lebih baik dan lebih berguna.
Harap memberikan komentar yang relevan dengan post, bukan spam, dan tidak menggunakan kata-kata kasar atau menyinggung SARA.
Terimakasih atas kesediaan Anda berkomentar di post ini.