Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi)

Tekanan darah tinggi atau kerap disebut hipertensi adalah gangguan kesehatan yang banyak dialami berbagai lapisan masyarakat. Disebut sebagai  gangguan kesehatan karena sebenarnya tekanan darah tinggi baru akan dirasakan sangat berbahaya ketika sudah menyebabkan penyakit vital yang mengikutinya. Jadi dapat dikatakan bahwa tekanan darah tinggi adalah ‘biang’ dari bermacam penyakit fatal sehingga kualitas hidup pun menurun.
Hipertensi disebut sebagai 'silent killer' karena tidak menimbulkan gejala selama bertahun-tahun hingga kemudian diketahui terjadi kerusakan organ vital. Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol meningkatkan resiko seperti stroke, aneurisma, gagal jantung, serangan jantung, dan kerusakan ginjal. Sejalan dengan bertambahnya usia, hampir setiap orang mengalami kenaikan tekanan darah. Tekanan sistolik terus meningkat sampai usia 80 tahun dan tekanan diastolik terus meningkat pada usia 55-60 tahun, kemudian berkurang secara perlahan atau bahkan menurun drastis.
periksa tekanan darah


Pengukuran Tekanan Darah
Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO) batas tekanan darah yang dianggap normal adalah kurang dari 130/85 mmHg. Namun di Indonesia, banyak dokter berpendapat tekanan darah yang ideal sekitar 110-120/80-90 mmHg, di atas itu digolongkan sebagai hipertensi. Batasan ini berlaku bagi orang dewasa di atas 18 tahun.
Besaran tekanan darah selalu dinyatakan dengan dua angka. Angka pertama menyatakan tekanan sistolik, yaitu tekanan yang dialami dinding pembuluh darah ketika darah mengalir saat jantung memompa darah keluar dari jantung.
Angka yang kedua menyatakan tekanan diastolik, yaitu angka yang menunjukkan besarnya tekanan yang dialami dinding pembuluh darah ketika darah mengalir masuk kembali ke dalam jantung.
Tekanan darah yang tinggi ketika diukur pada satu waktu tertentu tidak lantas menunjukkan seseorang menderita hipertensi. Banyak faktor yang dapat menyebabkan tekanan darah naik dan turun secara tiba-tiba. Untuk meyakinkan apakah seseorang menderita hipertensi atau tidak, harus melalui pemeriksaan tekanan darah beberapa kali dan pada waktu yang berbeda-beda.

Faktor Hipertensi
Banyak faktor yang memperbesar resiko hipertensi, salah satunya adalah faktor keturunan. Pada 70-80% kasus hipertensi esensial, didapatkan riwayat hipertensi di dalam keluarga.
Faktor-faktor lain yang mendorong terjadinya hipertensi antara lain, stress, kegemukan (obesitas), pola makan yang tidak sehat, merokok dan sering minum-minuman beralkohol
Karenanya, pola hidup sehat menjadi 'obat' paling mujarab bagi penderita hipertensi.

Gejala Hipertensi
Tidak ada gejala khusus yang menyertai hipertensi. Namun, beberapa gejala yang terjadi secara bersamaan dipercaya berhubungan dengan hipertensi. Gejala tersebut antara lain; sakit kepala, perdarahan dari hidung, pusing, wajah kemerahan, dan kelelahan.
Jika hipertensinya berat atau menahun dan tidak diobati, bisa timbul gejala tambahan seperti; sering mual, muntah, sesak napas, pandangan menjadi kabur akibat kerusakan syaraf dan pembuluh darah pada mata.
Pada penderita hipertensi berat dapat terjadi penurunan kesadaran, bahkan koma karena terjadi pembengkakan pada otak. Keadaan ini disebut sebagai ensefalopati hipertensif.

Langkah Pencegahan
  • Lakukan pemeriksaan tekanan darah secara rutin, terkhusus bagi mereka yang mempunyai potensi hipertensi turunan.
  • Lakukan pola makan sehat, hindari makanan yang diawetkan, makanan dengan kadar garam tinggi dan minuman beralkohol.
  • Berolahraga secara teratur dan aktif melakukan kegiatan fisik. Seseorang yang berolahraga secara teratur terbukti dapat menurunkan tekanan darah ke tingkat normal 50% lebih besar dibandingkan orang yang jarang melakukan aktivitas tersebut. Olahraga yang disarankan seperti berjalan kaki, berenang, bersepeda, atau golf. Hindari olahraga berat karena justru dapat meningkatkan tekanan darah. 
  • Kurangi berat badan.
Pengobatan
Ada begitu banyak obat-obatan untuk mengontrol tekanan darah, namun obat-obatan tersebut hanya bersifat sementara dan tidak menghilangkan penyakit akibat tekanan darah tinggi.
Sebaiknya gunakan produk perlebahan yang berperan dalam memperbaiki kondisi tubuh sehingga dapat menormalkan tekanan darah secara alami. Produk perlebahan yang dianjurkan adalah: 
  1. Pollenergy / Honey Bee Pollens. Memiliki kandungan yang kaya akan asam amino esensial, protein, vitamin, mineral, dan enzim serta coenzim yang sangat dibutuhkan tubuh. Berfungsi memperbaiki aliran darah.
  2. Propolis Tablet. Mengandung bioflavonoid dan CAPE (Caffeic Acid Phenethyl Ester) yang sangat bermanfaat sebagai antioksidan dan memperkuat serta menjaga kelenturan pembuluh darah.
  3. Royal Jelly. Kandungan royal jelly sangat unik dan khususnya mengandung zat-zat yang dibutuhkan untuk regenerasi sel seperti gelatin yang dapat memperbaiki jaringan kolagen. Terdapat juga gamma globulin dan asetilkolin, yaitu zat yang dapat membantu meningkatkan antibodi tubuh juga memperbaiki fungsi sistem syaraf.
  4. Clover Honey. Madu murni yang banyak mengandung vitamin dan mineral. Memberikan efek relaksasi terhadap pembuluh darah/arteri sehingga pembuluh darah akan melebar dan tekanan darah akan turun secara alami.
Tindakan mencegah jauh lebih baik daripada mengobati. Kombinasikan hal tersebut dengan kehidupan rohani yang baik sehingga kita terhindar dari stress karena tekanan hidup.
Selamat menjalani hidup yang lebih sehat. (HD) 
***
Mencari solusi untuk gangguan hipertensi?
info dan pemesanan, silahkan menghubungi:
icha 
WA/Telp: 085267504271

1 Response to "Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi)"

  1. bahan-bahan alami juga bisa untuk mengendalikan tekanan darah..

    BalasHapus

Harap memberikan komentar yang relevan dengan post, bukan spam, dan tidak menggunakan kata-kata kasar atau menyinggung SARA.
Terimakasih.